KOMUNITAS ITP INDONESIA

Akhirnya harapan dan impian saya dan suami akan terbentuknya Komunitas ITP terkabul juga. Thanks to Mas haryo dan Istri yang mau bergerak memoderatori pembentukan komunitas ITP ini melalui yahoogroups, face book dan blog.

Pada tanggal 18 April 2010 tepatnya di Bakmi GM PIM beberapa penderita ITP beserta keluarganya bertemu dalam satu sharing.  Saya, Suami dan anak-anak, Mas Haryo dan keluarga, mbak Efi dan suami, mbak Dian dan suami, mbak Desi dan adiknya, Mas fauzi dan Istri beserta anaknya yang menderita ITP dan Mbak Juni dengan anaknya yang juga menderita ITP.   Senang rasanya kita bisa berbagi saat itu sehingga kita merasa kalau kita tidak sendiri.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak teman-teman ITPers untuk bergabung dalam komunitas_ITP@yahoogroups.com wadah kita untuk berbagi dan berbuat untuk sesama ITPers.   Ok saya tunggu.

Foto Ragil

Maaf bos hari ini, aku korupsi waktu kerjaku dengan melihat foto-foto anak-anakku. Entah kenapa hari ini aku ingin sekali melihat foto2 anak2ku.  Dan ini foto Ragil yang baru sempat aku upload

Ragil:  Ketika usiamu 40 hari.endut

 

 

 

 

 

 

Aku dengan Dio, kakakku. Selisihku dengan mas Dio hanya 1,5 tahun. Ini aku sedang di pegang oleh Engkong karena aku memang di titip mama dari pagi sampai magrib di rumah nenek sementara mama dan bapakku bekerja di kantor.

Aku dan Mas Dio

 

 

 

 

 

 

 Fotoku saat ulang tahun pertamaku.

051113_112834

 

 

 

 

 

 

Aku sekarang sudah bersekolah di Playgroup Al Ikhlas, dan ini foto di saat aku sedang menari untuk perpisahan kakak2 kelas.

Tari Mexico

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku bersama kakak2 sepupu di rumah Pakde Helmy saat ulatah ci Bunga ke 17.

CIMG1866

 

 

 

 

 

 

 

Aku di tempat Bude Hani di Maseng, Bogor.

Aku dan Mas Dio

 

 

 

 

 

 

 

Jubah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku dan Mas2 ku, sedang mencoba baju Cina yang dibelikan oleh Bude Hani dari Hongkong.

Baju Cina

 

 

 

 

 

 

2aa2ajaa55jba25j_070918_210818

Rio dan Dua Keponakanku di Kompas

Rio dan dua keponakanku Vani dan Zia suatu hari di wawancara oleh Tante Winy, wartawan Kompas untuk artikel berjudul “Cara Belajar yang Asyik Menurutku”. Artikel lengkap dapat di baca di bawah ini.Artikel Rio_Kompas

Dio & Frenzy

Sobat

Sobat, pabila aku KESEPIAN hiburlah aku dengan suaraMu.

Pabila aku SAKIT obati aku dengan rasa kasih sayangMu

Pabila aku MATI jangan mandikan aku dengan air mataMu

Pabila aku TERKUBUR, kuburlah aku dalam hatiMu

Pabila aku TERSESAT, selamatkanlah aku dengan doaMu

Sobat, pabila aku KESEPIAN hiburlah aku dengan suaraMu.

Pabila aku SAKIT obati aku dengan rasa kasih sayangMu

Pabila aku MATI jangan mandikan aku dengan air mataMu

Pabila aku TERKUBUR, kuburlah aku dalam hatiMu

Pabila aku TERSESAT, selamatkanlah aku dengan doaMu

 

C-Frienship.jpg Friendship image by Jay-R080469

 

Our new family

This morning we’ve been surprised by  a new family presence, guess what?

A new baby from Kitty and Frenzy, do you know who they are?

They are our cats; Kitty is cat woman and Frenzy is cat man.

They are living together in same cage for almost 3 months since their age was 3 months

 

Honestly my husband and I didn’t know about kitty’s pregnancy because we couldn’t see it from her body. So when we open the door and found out in their cage there was a new baby cat was crawling, and we’re all screamed happily then my husband asked my housemaid to prepare small cage with blanket to put the baby and the mother inside to feel the warm and love.  The baby cat was so cute and we give her/him name Frekit (Fenzy Kitty) Welcome to our family Frekit, we’ll take care of you sweetie.

To My Childern

we love each other

Anak
By. Kahlil Gibran.

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.
Mereka adalah putra putri kerinduan kehidupan akan dirinya sendiri.
Mereka memang lahir melaluimu tetapi bukan darimu,
Dan walaupun mereka bersamamu tetapi mereka bukanlah kepunyaanmu.

Engkau dapat memberi mereka kasihmu tetapi bukan pikiranmu,
Sebab mereka memiliki pikiran mereka sendiri.

Engkau dapat memberi naungan bagi tubuh mereka tetapi bukan jiwa mereka,
Sebab jiwa mereka tinggal di rumah hari esok, yang tidak mungkin engkau kunjungi, bahkan dalam mimpimupun tidak.

Engkau boleh berusaha keras menjadi seperti mereka, tetapi janganlah berusaha menjadikan mereka sepertimu.
Sebab kehidupan tidaklah berjalan mundur atau berlambat-lambat dengan hari kemarin.

Engkau adalah busur dari mana anak-anakmu ibarat anak panah yang hidup diluncurkan.
Sang pemanah melihat sasarannya di jalan yang tak terhingga, dan Ia membengkokkanmu dengan keperkasaan-Nya agar anak-anak panah-Nya meluncur mulus dan jauh.

Bergembiralah atas kelenturanmu di tangan sang pemanah,
Sebab Ia mengasihi anak panah yang meluncur, Ia mengasihi busur yang stabil.

 

 

————————

 

Membaca puisi tersebut mambuatku tersadar bahwa mereka hanya titipan Yang Maha Pencipta yang dititipkan dirahimku hingga 9 bulan. Aku tidak bisa memilikimu meskipun aku harus mengorbankan hidupku untuk melahirkanmu karena engkau adalah milik kehidupanmu di masa depan. Aku hanya bisa memberikan mu kasihku, cintaku, bukan keinginanku ataupun paksaan yang aku berikan kepadamu untuk menjadi seperti yang aku mau.

 

Membaca puisi itu aku harus ikhlas untuk melepasmu pada kehidupan yang akan engkau pilih, pada kehidupan yang akan engkau hadapi di masa yang akan datang, meskipun aku tak tahu apa yang akan terjadi padamu nanti. Aku tak akan ikhlas melihatmu menderita akan pilihan yang engkau telah pilih nanti. Tapi asalkan engkau tahu anakku, aku akan selalu cemas, gundah jika jalan yang akan engkau pilih itu tidak baik. Karena itu aku akan membimbingmu, mengarahkanmu hingga kaupun sadar betapa berartinya bimbinganku untuk kehidupanmu di masa datang. Tapi aku akan berjanji padamu aku akan secara halus hingga kau tak merasakannya kalau aku membimbingmu ke jalan yang baik sehingga engkau tidak merasakan bahwa aku menginginkanmu mendapatkan yang terbaik untuk kehidupanmu di masa datang.  Asalkan kau tau anakku aku melakukan ini karena aku mencintaimu melebihi cintaku kepada diriku sendiri.