Belajar Ilmu Ikhlas

Saat ini aku sedang menerapkan ilmu ikhlas pada keluargaku, terutama pada diriku dan pada suamiku, hal ini dikarenakan kami tidak mempunyai pembantu yang tinggal di rumah yang bisa mengerjakan pekerjaan menyibukan di pagi hari saat anak, suami dan kita sendiri harus pergi ke kantor.

 

Rutinitas rumah tangga dan kantor membuat kita gila,  bangun tidur langsung otak kita di set untuk runtutan pekerjaan mulai dari masak air untuk membuat teh, menghangatkan makan buat sarapan pagi anggota keluarga, membereskan tempat tidur, memasakan air panas untuk mandi anggota keluarga, memandikan 2 anakku yang kecil Dio dan Ragil yang masing-masing berumur 5 tahun dan 3,5 tahun, memakaikan baju seragam sekolahnya, menyuapi sarapan mereka serta menyiapkan bekal untuk mereka bawa sekolah.  dan terakhir aku harus mendrop mereka ke sekolah.  Sementara suamiku dengan pekerjaan lainya membersihkan kandang kucing dan memberinya makan serta menyiram tanaman setiap pagi. Dan kadang-kadang suamiku juga membantu aku memandikan ke dua anakku yang kecil sampai dengan memakaian seragam sekolahnya. 

 

Tak jarang dalam mengerjakan rutinitas pekerjaan tersebut saya dan suami sering  dibuat emosi, yang membuat suasana rumah jadi panas dan kurang enak untuk melanjutkan pekerjaan selanjutkan dan tak jarang pula anak ikut terbawa emosi tersebut. Kita jadi marah-marah hingga membuat anakpun ikut terbawa rasa yang tidak menyenangkan sampai dia akan pergi ke sekolah. 

 

Selesai urusan rumah di depan ada pekerjaan kantor yang siap menghadang kita, huh, rasanya penat dan bosan setiap hari seperti itu. Hal ini seringkali membuat aku dan suami  ribut kecil karena hal yang sebenarnya sepele, dan setelah dalam keadaan yang agak rilek kita baru menyadari baru hal itu disebabkan karena kita tegang dan kurang rela untuk mengerjakannya. 

 

Kenapa saya mengatakan seperti itu, karena setelah saya renungkan dan saya jalani satu pekerjaan dengan senang hati dan kerelaan maka hasilnya pekerjaan itu menjadi baik dan memuaskan.  Akhirnya saya memutuskan untuk menyebutnya dengan keikhlasan. Dengan keikhlasan itu maka apa yang kita kerjakan akan menjadi ringan dan tanpa paksaan sehingga kita mengerjakannya dengan rasa senang, suasana  yang ditimbulkan juga akan terasa beda hasilnya.

 

Meskipun baru beberapa hari ini kita menerapkannya, saya sudah sangat menikmati hasilnya, meskipun fisik saya cape tapi pikiran saya lebih tenang.  Semoga kami bisa terus menjalaninya. Amin

 

Suamiku, Rio, Dio, Ragil dan Aku

Suamiku, Rio, Dio, Ragil dan Aku

9 responses to “Belajar Ilmu Ikhlas

  1. wow, mbak lena bener2 super mom.
    hmm belajar ttg ikhlas emang berat banget, mbak.
    kata Habibku, ikhlas itu adalah mengerjakan semuanya karena Allah, hopefully sooner or later i could be like that.

  2. ikhlasss…..sesuatu yg berat yg sampai saat ini blm juga bisa gw terapkan😦

  3. wow……mbak nani klau mau belajar tentang ilmu ikhlas ga susah donk,cranya kenali dulu diri mu sendiri siapa sebenar nya,baru bisa belajar ilmu ikhlas.

  4. Ikhlas emang sangat berat….bagaikan batu yg menghimpit punggung kita…tapi akan seringan kapas jika kita mengabaikan rasa sulit yg ada dalam diri kita…

  5. Woow…
    Thats cool

  6. sesungguhnya iklas itu emang berat banget, susah utk dlupain, apa yg kita cintai ternyata diambil teman baek sendiri. hati terasa sakit dan kecewa, tpi belajar lah utk iklas melupakan wanita tersebut, semoga bahagia atas kputusaan mu itu.

  7. sesungguh ya iklas itu berat banget, tpi q bakal mengiklasakan, apa yg bukan kehendak dro allah swt.

  8. sesungguhnya iklas itu emang berat banget, susah utk dlupain, apa yg kita cintai ternyata diambil teman baek sendiri. hati terasa sakit dan kecewa, tpi belajar lah utk iklas melupakan wanita tersebut, semoga bahagia atas kputusaan mu itu.

  9. ikhlas itu memang sangat susah,apalagi harus mengikhlaskan pasangan kita.tapi dengan ikhlas Tuhan akan menambah berkah untuk kita.amiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s