Daily

Our new family

Nopember 19, 2008 · 2 Komentar

This morning we’ve been surprised by  a new family presence, guess what?

A new baby from Kitty and Frenzy, do you know who they are?

They are our cats; Kitty is cat woman and Frenzy is cat man.

They are living together in same cage for almost 3 months since their age was 3 months

 

Honestly my husband and I didn’t know about kitty’s pregnancy because we couldn’t see it from her body. So when we open the door and found out in their cage there was a new baby cat was crawling, and we’re all screamed happily then my husband asked my housemaid to prepare small cage with blanket to put the baby and the mother inside to feel the warm and love.  The baby cat was so cute and we give her/him name Frekit (Fenzy Kitty) Welcome to our family Frekit, we’ll take care of you sweetie.

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized

To My Childern

Nopember 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

we love each other

Anak
By. Kahlil Gibran.

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.
Mereka adalah putra putri kerinduan kehidupan akan dirinya sendiri.
Mereka memang lahir melaluimu tetapi bukan darimu,
Dan walaupun mereka bersamamu tetapi mereka bukanlah kepunyaanmu.

Engkau dapat memberi mereka kasihmu tetapi bukan pikiranmu,
Sebab mereka memiliki pikiran mereka sendiri.

Engkau dapat memberi naungan bagi tubuh mereka tetapi bukan jiwa mereka,
Sebab jiwa mereka tinggal di rumah hari esok, yang tidak mungkin engkau kunjungi, bahkan dalam mimpimupun tidak.

Engkau boleh berusaha keras menjadi seperti mereka, tetapi janganlah berusaha menjadikan mereka sepertimu.
Sebab kehidupan tidaklah berjalan mundur atau berlambat-lambat dengan hari kemarin.

Engkau adalah busur dari mana anak-anakmu ibarat anak panah yang hidup diluncurkan.
Sang pemanah melihat sasarannya di jalan yang tak terhingga, dan Ia membengkokkanmu dengan keperkasaan-Nya agar anak-anak panah-Nya meluncur mulus dan jauh.

Bergembiralah atas kelenturanmu di tangan sang pemanah,
Sebab Ia mengasihi anak panah yang meluncur, Ia mengasihi busur yang stabil.

 

 

————————

 

Membaca puisi tersebut mambuatku tersadar bahwa mereka hanya titipan Yang Maha Pencipta yang dititipkan dirahimku hingga 9 bulan. Aku tidak bisa memilikimu meskipun aku harus mengorbankan hidupku untuk melahirkanmu karena engkau adalah milik kehidupanmu di masa depan. Aku hanya bisa memberikan mu kasihku, cintaku, bukan keinginanku ataupun paksaan yang aku berikan kepadamu untuk menjadi seperti yang aku mau.

 

Membaca puisi itu aku harus ikhlas untuk melepasmu pada kehidupan yang akan engkau pilih, pada kehidupan yang akan engkau hadapi di masa yang akan datang, meskipun aku tak tahu apa yang akan terjadi padamu nanti. Aku tak akan ikhlas melihatmu menderita akan pilihan yang engkau telah pilih nanti. Tapi asalkan engkau tahu anakku, aku akan selalu cemas, gundah jika jalan yang akan engkau pilih itu tidak baik. Karena itu aku akan membimbingmu, mengarahkanmu hingga kaupun sadar betapa berartinya bimbinganku untuk kehidupanmu di masa datang. Tapi aku akan berjanji padamu aku akan secara halus hingga kau tak merasakannya kalau aku membimbingmu ke jalan yang baik sehingga engkau tidak merasakan bahwa aku menginginkanmu mendapatkan yang terbaik untuk kehidupanmu di masa datang.  Asalkan kau tau anakku aku melakukan ini karena aku mencintaimu melebihi cintaku kepada diriku sendiri.

 

→ Leave a CommentKategori: Uncategorized

Children

Oktober 27, 2008 · 2 Komentar

Foto bareng

Foto bareng

[caption id="attachment_82" align="alignleft" width="128" caption="Main Ayunan"]Main Ayunan[/caption]
Foto Bareng

Foto Bareng

[caption id="attachment_79" align="alignnone" width="72" caption="Popeye"]Popeye[/caption]
TMII

TMII

→ 2 CommentsKategori: Cerita dalam foto

Let’s Pictures say (Idul Fitri 1429 H)

Oktober 24, 2008 · 1 Komentar

Idul Fitri 1429 H di rumah Nenek

Idul Fitri 1429 H di rumah Nenek

Aku sengaja memasukan semua gambar2 ini karena aku memang belum sempat untuk menuliskan satu persatu semua kejadian yang ada di gambar tersebut, jadi biarlah gambar-gambar itu yang akan menjelaskannya sendiri, karena sayang jika tidak didokumetasikan saat-saat yang sangat momentum yang belum tentu dapat kita lewati lagi moment tersebut apalagi mengalami hal yang sama persis, jadi aku hanya dapat mengingat dan mengenangnya.

→ 1 CommentKategori: Cerita keluarga

Idiopathic thrombocytopenic purpura

Agustus 11, 2008 · 27 Komentar

Suamiku dan ketiga anakku, Rio, Ragil dan Dio

Suamiku dan ketiga anakku, Rio, Ragil dan Dio

Baru hari ini aku sempat untuk melanjutkan kembali tulisanku tentang ITP ini, selain tidak punya waktu yang banyak untuk nulis rasa malas juga turut mempengaruhi.

Sejak divonis menderita ITP suami jadi sangat berhati-hati untuk melakukan kegiatan apapun untuk makanpun suamiku selalu wanti2 agar tidak telat jadwal makannya dan jadwal minum obatnya dan alhasil suamiku dalam waktu yang singkat menjadi sangat gemuk dengan wajah yang bulat seperti bulan (moon face) persis yang dijelaskan oleh dokter. Selain wajahnya yang makin bulat, kulit suamiku pun sedikit demi sedikit penuh dengan jerawat di sana- sini, diikuti dengan timbulnya jamur di sekitar wilayah yang lembab seperti belakang telinga, punggung, jidat dll.

Waktu kontrol dua minggu sekali ke rumah sakit pondok indah sungguh hal yang sangat memberatkan buat kami selain biaya kontrol yang mahal ongkos pulang pergi dari rumah ke RS pun lumayan, belum lagi suamiku harus cek trombosit dan leukosit setiap kali akan kontrol dan setiap kontrolpun kami perlu makan malam di luar dikarenakan jadwal dokter Noerwati di RSPI malam hari dari pukul 7.00 – 10 malam. Alhalsil dalam satu bulan bisa menghabiskan uang 1 juta rupiah. Mungkin hal yang memberatkan ini bisa menjadi ringan kalau saja suamiku mendapat uang penggatian berobat dari kantornya, namun sayang hal itu tidak ada di kantor suamiku.

Pernah suatu waktu dr. Noerwati bertanya kepada suamiku, apakah mau dibuatkan kuitansi penggantian untuk kantor, dengan tersenyum lebar suami menjawab, ndak perlu dok, karena ndak ada yang gantiin juga. Dengan spontan dr. Noerwati menjawab, loh gimana toh, le, kamu mesti berjuang dong untuk minta diganti uang berobat kamu ke kantor. Masa orang kerja ndak ada uang penggatian biaya berobat. Dengan logat Jawa pula suamiku menjawab, ndak lah dok, isin aku. Ya wis Son kata dr. Noerwati, kamu nanti kalau mau berobat sms aja dulu ke saya. Atau kamu ngak perlu ke rumah sakit cukup sms aja jumlah trombosit dan leukositmu ke saya biar konsultasinya per sms atau per telpon biar lebih murah. Atau kamu berobat aja ke Darmais ya tempat saya dinas tiap pagi. Di sana lebih murah disbanding RSPI.

Sejak saat itu suamiku selalu memberikan laporan kepada dr. Noerwati melalui telp ataupun sms dan kalau dalam keadaan yang sangat kuatir karena kondisi tubuh yang tak menentu alias lelah yang sangat berkepanjangan ataupun pendarahan di dubur entah karena ambeinnya yang kambuh atau memang karena trombositnya yang drop, biasanya dr. Noerwati selalu mengajak ketemuan di UGD di sana kami melakukan konsultasi di meja informasi, di situ dr. Noerwati akan memberikan resep obat tanpa mencharge sepesrpun kepada kami, dan hal ini yang membuat para suster yang tugas saat itu terbengong-bengong. Dengan santai dr.Noerwati memberitahu kepada mereka, itu ponakanku.

Genap 1 tahun suamiku menderita ITP, suatu hari suami terserang gejala demam berdarah, awalnya seperti biasanya penderita demam berdarh sipenderita selalu mengalami panas tinggi dan demam atau menggigil ketika obat yang diminumnya telah habis masa kerjanya. Akhirnya kamipun memutuskan untuk kontrol ke dokter terdekat dengan hasil test widal yang positif dokter menyarankan aku untuk membawa suamiku di rawat inap. Kamipun membawa suami ke RSPI dan di sana suamiku dirawat pertama kali di ruang UGD dengan diberi panadol dan cairan infus panas suhu tubuh suamiku lama kelamaan berkurang yang ada suamiku mengalami kedinginan akibat ruangan UGD yang ber AC. Tak lama kemudian suamiku mendapat kamar di kamar yang sama ketika suamiku dirawat pertama kali di RSPI ketika dia divonis menderita ITP. Karena masih setahun perawat-perawat di kamar kelas tigapun juga belum banyak yang berubah dan kebanyakan dari mereka masih mengenal wajah suamiku.

Namun kali ini suamiku tidak lagi dipegang oleh dr, Noerwati ataupun dr, Aulia yang pertama kali menangani suamiku, dikarena kedua dokter tersebut sedang menjalani umroh akhirnya kami ditawari seorang dr. Penyakit dalam yaitu dr. Leo. Hal yang kami kuatiri jika tidak dipegang oleh dr. Selain dr. Neorwati dan Aulia terjadi, dimana dr. Leo yang tidak mengetahui riwayat penyakit suamiku tidak begitu aware dengan penjelasan yang kami berikan, bahwa suamiku adalah penderita ITP, dimana jumlah trombositnya tidak seperti orang normal yang melebihi angka 150 ribu, sementara trombosit suamiku paling tinggi hanya 80 ribu dan posisi drop 10 ribu.

Satu sampai dua hari suamiku mendapat infus kondisinya semakin membaik, namun karena suamiku ITP maka treatment penderita demam berdarah jadi tidak akan berlaku buat suamiku. Jika penderita demam berdarah hanya diberi cairan saja trombositnya lama kelamaan akan meningkat sementara beda dengan suamiku yang menderita ITP meskipun infus habis berbotol-botol trombositnya tidak akan mengalami kenaikan yang berarti, kami akhirnya mencoba untuk aktif memberitahukan kepada pihak rumah sakit bahwa kami perlu seorang ahli penyakit tropikal (yang dimaksud di sini adalah ahli dalam penyakit di daerah tropikal seperti Indonesia, yaitu demam berdarah, malaria dll) kami coba konsultasi dengan dr. tersebut. Aku lupa nama dr. tersebut. Karena dr. Tersebut paham akan penyakit yang diderita oleh suamiku maka dr. Tersebut memberikan suamiku suntikan prednison untuk menaikan trombosit suamiku. Dan hasilnya tombosit suamiku naik menjadi 200 ribuan dan esokan harinya ketika dr. Leo berkunjung melihat hasil trombosit suamiku aku dan suami meminta dr. Untuk mengijinkan suamiku pulang.

Masih mengenai penyakit ITP suamiku, setelah keluar dari rumah sakit akibat demam berdarah kami bertemu dengan salah satu teman di kantor suamiku yang juga teman saat aku masih bekerja di kantor trading tempat aku bekerja dulu. Dia seorang mantan pilot berkebangsaan Prancis yang berdarah Manado, Mr. Paul Najoan, beliau memperkenalkan kepada kami pengobatan tusuk jarum dan menurutnya pengobatan itu sangat ampuh dan cocok buat kakaknya yang menjalani pengobatan itu namun sebaliknya bagi dia tusuk jarum itu sangat tidak mengenakan sehingga dia tidak mau melakukan pengobatan itu lagi. Kamipun tertarik untuk melakukan terapi tusuk jarum tersebut. Terapi itu dia lakukan seminggu dua kali sehingga dia harus ijin datang siang ke kantor setiap hari Rabu sementara hari Sabtu berhubung suamiku libur maka tidak perlu ijin. Meskipun terhitung mahal untuk biaya tusuk jarum pada waktu itu sekitar Rp 50.000 setiap kali tusuk dan setiap helai jarum suamiku harus membayar 1000 rupiah yang kemudian akan dipakai lagi ketika terapi kembali.

Merasa cocok dengan terapi tusuk jarum suamiku juga kelihatan ada kemajuan, dia tidak lagi lesu tapi sekarang malah setiap pagi selalu melakukan jalan pagi selama 1 jam untuk melatih daya tahan tubuhnya. Selanjutnya suamiku malah berencana untuk memulai kehidupannya seperti orang normal kembali, dia tidak lagi mau terkungkung dengan penyakitnya dan diapun memutuskan untuk melepaskan ketergantungannya dengan obat untuk bisa mengurangi efek samping dari prednison yang sudah di konsumsinya hampir 2 tahun.

Meskipun suamiku menjalankan terapi tusuk jarum dia masih tetap rutin mengecek jumlah trombosit dan leukosit untuk dilaporkan kepada dr. Noerwati dan hingga satu saat suamiku menginformasikan kepada dr. Noerwati bahwa dia telah lepas dari obat dewa, prednison dan syukur alhamdullilah dengan trombosit rendah sampai dengan 35,000 – 50,000 suami  tidak pernah mengalami pendarahan, sehingga dr. Noerwati berani mengatakan bahwa suamiku dinyatakan telah sembuh.  Namunpun demikian dr. Noerwati tetap menyarakan suamiku untuk jangan lupa mengontrol jumlah trombositnya agar tidak sampai kecolongan alias drop hingga titik terendah yang dapat menyebabkan pendaran dimana-mana.

Alhamdullilah suamiku sekarang meskipun masih menyandang penderita ITP dengan jumlah tombosit tidak lebih dari 80 ribu dia sudah dapat hidup seperti orang normal, bisa kembali bersepedah motor mengantarkan aku pergi ke kantor, bolak-balik dengan motor untuk pekerjaan-pekerjaannya.  Meskipun ada satu masa ketika trombositnya drop sampai 30 ribu, suamiku tetap merasakan nyeri-nyeri pada persendian, jamur yang selalu menyerang saat situasi ini datang dan merasakan kelelahan yang amat sangat, tapi paling tidak suamiku telah mampu menjadikan penyakitnya sebagai teman setianya yang ketika datang dia harus dengan setia menghadapinya.

Dan akupun sebagai seorang istri merasa bersyukur dapat melalui masa-masa sulit selama 4 tahun bersama suami dan anakku. Dan saatnya buat kami menikmati masa-masa kini dengan kebersamaan, keceriaan dan keikhlasan, seperti ilmu yang saat ini sedang kami pelajari.

→ 27 CommentsKategori: Cerita keluarga

RADANG TENGGOROKAN

Agustus 8, 2008 · 1 Komentar

Pernah pusing kepala karena anak kita demam, lesu, tidak mau makan, dan mengeluh sakit waktu menelan? Apalagi gejalanya ditambah dengan rewel, hidung mampet atau justru tidak berhenti meler, dan nyeri di telinganya! Rasanya ingin ada obat ajaib yang bisa membuat anak sembuh dalam sekejap. Simsalabim! Wah tunggu dulu…

Mungkin hampir seluruh orang tua pernah pergi ke dokter dan anaknya didiagnosis radang tenggorokan dengan gejala tersebut diatas. Mungkin kemudian kita pulang dengan sederet obat atau. mungkin juga tidak. ]adi sebenarnya, apa sin yang periu kita waspadai tentang radang tenggorokan yang terkenal ini?

Sekelumit Fakta Tentangnya…
Anak bisa sangat sering terserang infeksi saluran napas atas, termasuk radang tenggorokan dan ternyata sekitar 90% dari kasus radang tenggorokan yang disertai hidung berair, demam, dan nyeri telinga disebabkan oleh virus! Bakteri menjadi penyebab dari 10% kasus sisanya. Karena hampir seluruh kasus disebabkan oleh virus, maka antibiotik biasanya tidak diperlukan. Infeksi oleh virus (misalnya: batuk-pilek, radang tenggorokan) sama sekali tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya, tubuh akan melawan dengan sistem kekebalan tubuh. Penggunaan antibiotik yang berlebihan justru akan merugikan karena akan membuat anak menjadi resisten dan antibiotik menjadi tidak mempan untuk melawan infeksi saat dibutuhkan. Jadi, mari kita simpan antibiotik ini untuk “perang” yang lebih hebat bila diperlukan. Save the best for last, istilahnya.]

Pada 10% kasus sisanya bakteri penyebab radang tenggorokan tersering adalah Streptokokus. Gejala infeksi bakteri ini adalah tenggorokan yang berwarna merah daging dan tonsil yang mengeluarkan cairan. Untuk mendiagnosis bakteri ini sebagai penyebab secara past! adalah dengan melakukan usap tenggorok untuk kemudian dikultur serta dilakukan pemeriksaan darah. Hanya untuk kasus yang disebabkan bakteri saja antibiotik diperlukan.

Bila anak menjadi gelisah, rewel, sulit tidur, lemah, atau lesu karena gejala radang tenggorokan ini, kita dapat membantu meredakan gejalanya. Tidak harus selalu dengan obat, mungkin dengan tindakan yang mudah dan sederhana bisa membantu menenangkan anak:

Nyeri menelan: banyak minum air hangat, obat kumur, lozenges, parasetamol untuk meredakan nyeri.

Demam : banyak minum, parasetamol, kompres hangat atau seka tubuh dengan air hangat.
Hidung tersumbat dan berair (meler): banyak minum hangat, anak diuap dengan baskom air hangat, tetes hidung NaCI.

]angan terlalu cemas bila anak tidak langsung sembuh dalam 1 atau 2 hari, karena dalam beberapa kasus, radang tenggorokan karena virus baru sembuh setelah 2 minggu. Yang diperlukan adalah kesabaran dan pengawasan orang tua terhadap gejala anak. Bawalah anak ke dokter bila gejala terlihat makin berat; anak tampak sulit bernapas, kebiruan pada bibir dan/atau kuku, anak tampak gelisah atau justru sangat mengantuk, atau anak batuk/demam berkepanjangan.

Selamat menjadi Smart Parent!

→ 1 CommentKategori: Pengetahuan

Kenali Jenis-Jenis Batuk Pada Anak

Agustus 8, 2008 · 4 Komentar

Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada anak, dan merupakan keluhan yang seringkali menyebabkan orang tua membawa anak mereka ke dokter.
Batuk merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputi:

Infeksi pernapasan atas, seperti pilek (dikenal juga sebagai common colds, hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringorinitis akut.) Infeksi pernapasan bawah, seperti pneumonia, bronkitis, bronkiolitis.

Kadang-kadang batuk terdengar hebat. Namun demikian, biasanya batuk bukan merupakan gejala yang membahayakan. Sebenarnya batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas. Namun demikian, batuk dapat menjadi alasan untuk berkunjung ke dokter. Kita perlu mengenal jenis-jenis batuk, agar kita tahu bagaimana menanganinya dan mengetahui pula kapan sebaiknya kita meminta bantuan medis.

Jenis-jenis batuk dan Apa Maknanya
• Batuk “Menggonggong”
Batuk seperti ini biasanya disebabkan oleh croup, yaitu suatu peradangan pada larings dan trakea yang dicetuskan oleh alergi, perubahan suhu di malam hari, atau yang paling sering adalah infeksi pernapasan atas akibat virus. Pada anak kecil, saluran napas yang kecil akan semakin menyempit ketika mengalami peradangan. Pita suara pun akan membengkak sehingga anak mengalami kesulitan bernapas. Anak usia kurang dari 3 tahun paling sering menderita croup. Croup dapat muncul mendadak di tengah malam, sehingga orang tua pun khawatir. Walaupun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah, apabila anak dicurigai mengalami croup, hubungilah dokter untuk mendiskusikan kondisinya.

• Batuk Rejan (” Whooping Cough)
Bunyi “whoop” adalah bunyi yang terjadi setelah batuk, yaitu pada saat anak tersebut berusaha menarik napas dalam setelah batuk terus-menerus selama berberapa kali. Jika anak mengeluarkan bunyi “whoop” (yang terdengar seperti “hoop”) setelah batuk terus-menerus sebanyak beberapa kali, kemungkinan besar ada gejala pertusis (batuk rejan) -terutama jika anak anda belum menerima vaksinasi difteri/tetanus/pertusis (DTP/DTaP).

Di lain pihak, bayi yang menderita pertusis biasanya tidak mengeluarkan bunyi “whoop” setelah episode batuk yang panjang, tetapi bayi seperti ini dapat kekurangan oksigen atau bahkan berhenti napas karena penyakit ini. Pada bayi dan anak yang masih sangat kecil, pertusis dapat mematikan. Oleh karena itu, segera hubungi dokter.

• Batuk dengan Mengi
Batuk yang disertai bunyi mengi saat anak mengeluarkan udara napas, ini mungkin menandakan adanya suatu “sumbatan” di jalan napas bawah. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh pembengkakan akibat infeksi pernapasan (seperti bronkiolitis atau pneumonia), asma, atau akibat adanya suatu yang tersangkut di jalan napas. Pada keadaan seperti ini, hubungilah dokter, kecuali kalau anak anda sudah sering mengalami masalah ini dan anda telah mempunyai obat, seperti inhaler atau nebulizer, disertai dengan petunjuk penggunaan obat tersebut untuk menangani asma di rumah. Apabila anak tidak membaik dengan pengobatan tersebut, hubungi dokter.

• Stridor
Berbeda dengan mengi, stridor merupakan suara napas yang berisik dan kasar yang terdengar pada saat anak menghirup napas. Jika terdengar stridor, segera hubungi dokter.
Stridor, paling sering disebabkan oleh pembengkakan di jalan napas atas, biasanya akibat croup karena virus. Namun, kadang-kadang dapat juga timbul akibat adanya benda asing yang menyumbat jalan napas atau akibat infeksi yang lebih berat yaitu epiglotitis. Epiglotitis rnerupakan keadaan yang mengancam jiwa, dimana epiglotis mengalami pembengkakan dan menutupi aliran udara ke paru. Penyebab pembengkakan epiglotis yang paling sering adalah adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Namun, epiglotitis dapat juga timbul karena penyebab lain seperti luka bakar karena air panas, cedera di tenggorokan, dan berbagai infeksi virus dan bakteri.

• Batuk Mendadak
jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin anak tersedak makanan atau minuman masuk “jalur yang salah” yaitu ke saluran napas atau ada sesuatu (misalnya potongan makanan, muntahan, atau mungkin mainan atau uang logam) yang tersangkut di tenggorokannya atau jalan napasnya. Batuk membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan tersebut.

Batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja diakibatkan tenggorokan atau jalan napasnya teriritasi. Akan tetapi, jika batuk tidak kinjung reda atau justru menjadi sulit bernapas, hubungi dokter. Jangan coba-coba membersihkan tenggorokannya dengan jari anda karena tindakan ini justru dapat mendorong sumbatan yang ada semakin jauh ke bawah ke pipa udara.

• Batuk Malam Hari
Banyak batuk yang memburuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat anak berbaring di tempat tidur, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini umumnya tidak mengkhawatirkan kecuali bila sampai mengganggu tidur si anak.
Asma juga dapat mencetuskan batuk malam hari karena jalan napas kita cenderung lebih sensitif dan menjadi lebih mudah teriritasi pada malam hari.

• Batuk Siang Hari
Biasanya ditimbulkan oleh alergi, asma, pilek (colds), flu, dan infeksi pernapasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas dapat memperberat batuk, dan batuk ini seringkali membaik pada malam hari atau pada saat anak beristirahat. Pada keadaan ini, sebaiknya AC tidak dinyalakan, tidak ada binatang piaraan atau asap, yang menyebabkan anak batuk.

• Batuk disertai Pilek (Colds)
Kebanyakan pilek (colds) disertai dengan batuk. Oleh karena itu, dapat dimengerti jika saat anak anda pilek, ia juga mengalami batuk (kering atau berdahak). Batuk ini biasanya berlangsung selama 1 minggu ketika gejala pilek (colds) lainnya telah mereda.

• Batuk dengan Demam
Jika anak batuk, dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus, kemungkinannya adalah ia menderita pilek (colds) biasa. Di lain pihak, batuk yang disertai 39 derajat Celcius atau lebih tinggi dimana anak tampak lesu dan napasnya cepat, pikirkan kemungkinan pneumonia. Pada kasus ini, hubungi dokter sesegera mungkin.

• Batuk dengan Muntah
Batuk yang berat pada anak seringkali merangsang refleks muntah. Biasanya, hal ini tidak membahayakan kecuali jika muntah berkelanjutan. Anak yang batuk dengan pilek (colds)/ flu atau asma, bisa muntah apabila lendir mengalir ke lambung dan menyebabkan mual. Perlu diingat, keadaan ini dapat merupakan hal yang biasa dan tidak berbahaya.

3 tahun – 4 tahun 20-30
5 tahun – 9 tahun 15-30
10 tahun atau lebih 15-30

Selain menghitung laju napas, anda dapat juga memperhatikan kepala dan dada anak. Bila anak cenderung menengadahkan kepala (ke belakang), hal ini menunjukkan adanya kesulitan napas pada anak. Disamping itu, dapat pula ditemukan cekungan di di bawah leher, di sela iga dan di atas ulu hati yang menunjukkan anak berusaha menggunakan otot bantu napas untuk memudahkannya bernapas. Perhatikan juga adanya napas cuping hidung yang menandakan kesulitan bernapas pada anak.

Penanganan Profesional
Salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis batuk adalah dengan mendengar. Dokter akan menentukan cara penanganannya antara lain berdasarkan bunyi batuknya. Karena sebagian besar penyakit pernapasan disebabkan oleh virus, dokter tidak perlu meresepkan antibiotika pada banyak kasus batuk. Antibiotika tidak digunakan untuk pencegahan. Antibiotika dapat digunakan untuk “mengobati” infeksi bakteri tetapi antibiotika tidak mempunyai efek terhadap virus. Pada common colds, antibiotika tidak diperlukan karena karena antibiotika tidak mempercepat penyembuhan dan tidak mencegah komplikasi. Jika dicurigai pneumonia atau infeksi bakteria lainnya, dokter mungkin akan meresepkan antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika. Resistensi ini merupakan masalah berat yang mengkhawatirkan seluruh dunia dan dapat menimbulkan penyakit yang serius dan kematian. Untuk mencegah resistensi ini, maka hal-hal yang perlu dilakukan antara lain adalah jangan meminta antibiotika pada dokter jika anda/anak anda mengalami pilek (colds). Di lain pihak, jika anda mendapat antibiotika untuk infeksi bakteri, gunakan sesuai petunjuk dokter; jangan berbagi antibiotika dengan orang lain.

Pada umumnya, obat-obat batuk tidak diperlukan. Obat-obat ini, baik yang diresepkan atau yang dijua! bebas, mungkin mempunyai efek samping yang tidak menyenangkan dan bahkan dapat berbahaya bag! bay! dan anak kecil. Biasanya yang paling baik ialah dengan membiarkan perjalanan penyakitnya, hingga penyakit itu sembuh dengan sendirinya.

Pneumonia, pertusis, RSV, dan kasus croup yang berat, mungkin perlu rawat inap di rumah sakit. Biasanya hal ini diperlukan hanya untuk pemantauan ketat dan untuk memastikan kecukupan asupan cairan. Kadang-kadang, jika anak mengalami kesulitan bernapas, diberikan oksigen.

Penanganan di Rumah
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membuat anak lebih nyaman saat ia sedang batuk. Namun, konsultasi ke dokter tetap diperlukan pada keadaan-keadaan seperti yang telah dijelaskan di atas.

• Jika anak menderita asma, pastikan bahwa anda telah menerima petunjuk penanganan asma dari dokter anak. Pantau perkembangan anak dengan seksama selama serangan asma dan berikan obat-obat asma sesuai petunjuk dokter.

• Jika anak -hidungnya tersumbat, bersihkan hidungnya sebelum memberikan makanannya. Untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung dapat digunakan tetes hidung yang mengandung garam fisiologis (NaCI 0,9%) sebanyak 2 tetes pada masing-masing hidung 15- 20 menit sebelum makan. Tetes hidung NaCI 0,9% tidak memiliki efek samping. Jangan gunakan tetes hidung yang mengandung obat lain, karena obat tersebut dapat diserap dalam jumlah yang berlebihan. Cara lain untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung yaitu dengan alat hisap yang terbuat dari karet. Jangan lupa untuk memencet alat tersebut terlebih dahulu, kemudian ujung karet dimasukkan ke satu lubang hidung, lalu perlahan keluarkan dan lepaskan pencetan pada alat tersebut. Cara ini akan mengeluarkan lendir yang menyumbat hidung dan memudahkan anak bernapas kembali. Teknik ini lebih mudah dilakukan pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Anak yang lebih besar mungkin akan menolak cara ini. Penggunaan garam fisiologis lebih dianjurkan daripada cara ini karena alat hisap tidak mudah didapatkan dan penghisapan yang tidak hati-hati dapat menyakitkan.

• Jika anak anda mengalami colds, beristirahatlah di rumah. Hal ini akan membantu penyembuhannya dan menghindarkan penularan pada orang lain. Ingat, cuci tangan merupakan hal yang penting untuk mencegah penularan.

• Jika anak terbangun pada malam hari dengan batuk seperti menggonggong”, bawa anak ke kamar mandi,. tutup pintu, dan putar keran shower air hangat selama beberapa menit hingga memenuhi bathtub. Jika tidak ada shower air hangat, anda dapat memasukkan air panas ke dalam ember dan biarkan ruangan menjadi penuh uap. Duduklah bersama anak di lantai kamar mandi selama sekitar 20 menit. Uap air akan membantu anak bernapas lebih mudah. Bacakanlah buku cerita supaya anak merasa nyaman.

• Jaga agar lingkungan tetap lembab (AC justru membuat ruangan menjadi kering).
• Minuman dingin seperti jus dapat memberi rasa nyaman. Hindari minuman bersoda atau minuman asam karena dapat merangsang saluran cerna.
• Jangan berikan anak (terutama bayi dan anak kecil) obat-obat batuk yang dijual bebas tanpa petunjuk khusus dari dokter. Kebanyakan obat-obat ini menekan batuk sehingga dapat membahayakan anak. Batuk tidak boleh ditekan karena batuk justru membantu mengeluarkan sekret/kotoran yang kadang-kadang timbul pada penyakit pernapasan. Pada beberapa keadaan, obat-obat ini bahkan menimbulkan efek samping yang berbahaya bila diberikan pada bayi dan anak yang masih sangat kecil. Selain itu, pedoman dosis obat-obat yang dijual bebas untuk anak seringkali berdasarkan pedoman dosis untuk dewasa (bukan diformulasi khusus untuk bayi), jadi obat tersebut mungkin tidak bekerja secara tepat seperti yang diinginkan.

Kesimpulan
Batuk merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada anak. Meskipun kadang-kadang batuk terdengar berat, batuk umumnya tidak berbahaya dan dapat ditangani di rumah. Batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas kita. Ingat, batuk merupakan gejala dan bukan penyakit. Jika anak batuk, harus dipikirkan apa yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, kita perlu mengenal jenis-jenis batuk agar kita tahu bagaimana menanganinya dan kapan harus menghubungi dokter.

→ 4 CommentsKategori: Pengetahuan

ANTIBIOTIK DAN KEKEBALAN TUBUH PADA ANAK

Agustus 8, 2008 · 1 Komentar

Sumber : Kompas
Minggu, 10 April 2005

ULASAN mengenai perlunya mewaspadai penggunaan antibiotik secara tidak rasional sudah sering dibahas. Akan tetapi, bagaimanapun, “kampanye” memerangi penggunaan antibiotik secara irasional itu masih kalah marak dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Anak-anak termasuk bayi adalah golongan usia yang secara tidak langsung kerap menjadi obyek “ceruk pasar” dari berbagai produk antibiotik yang diresepkan dokter. Hingga hari ini pun sebagian dokter masih kerap menunjukkan sikap ketidaksukaan jika menghadapi pasien cerewet alias kritis. Masih banyak pula pasien-yang notabene konsumen medis-segan banyak bertanya kepada dokter, dan memilih manggut-manggut saja jika diberi obat apa pun oleh dokter.

“Sebenarnya kan lucu jika kita tidak tahu apa sebenarnya yang kita bayar. Terlebih yang kita bayar itu untuk dikonsumsi oleh anak kita yang merupakan amanat Tuhan. Ketidaktahuan ini sering kali dibiarkan oleh kalangan medis, malah kerap dimanfaatkan,” ujar dr Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed, yang aktif mengedukasi para orangtua dalam mengonsumsi produk dan jasa medis, termasuk melalui milis (mailing list).

Seperti dipaparkan Purnamawati, antibiotik berasal dari kata anti dan bios (hidup, kehidupan). Dengan demikian, antibiotik merupakan suatu zat yang bisa membunuh atau melemahkan suatu makhluk hidup, yaitu mikro-organisme (jasad renik) seperti bakteri, parasit, atau jamur. Antibiotik tidak dapat membunuh virus sebab virus memang bukan “barang” hidup. Ia tidak dapat berkembang biak secara mandiri dan membutuhkan materi genetik dari sel pejamu, misalnya sel tubuh manusia, untuk berkembang biak.

Sementara masih kerap terjadi, dokter dengan mudahnya meresepkan antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. Memang gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik, seperti demam, batuk, pilek. antibiotik yang dianggap sebagai “obat dewa”. Pasien irasional seperti ini seperti menuntut dokter menjadi tukang sihir. Padahal, antibiotik tidak mempercepat, apalagi melumpuhkan, virus flu.

“Orangtua sebagai yang dititipi anak oleh Tuhan harusnya tak segan-segan bertanya sama dokter. Apakah anaknya benar-benar butuh antibiotik? Bukankah penyebabnya virus? Tanyakan itu kepada dokter,” kata Purnamawati tegas. Namun, kadangkala menghadapi orangtua yang bersikap kritis, sebagian dokter beralasan antibiotik harus diberikan mengingat stamina tubuh anak sedang turun karena flu. Jika tidak diberi antibiotik, hal itu akan memberi peluang virus dan kuman lain menyerang.

Mengenai hal itu, Purnamawati menanggapi, “Sejak lahir kita sudah dibekali dengan sistem imunitas yang canggih. Ketika diserang penyakit infeksi, sistem imunitas tubuh terpicu untuk lebih giat lagi. Infeksi karena virus hanya bisa diatasi dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan makan baik dan istirahat cukup, serta diberi obat penurun panas jika suhunya di atas 38,5 derajat Celsius. Jadi, bukan diberi antibiotik. Kecuali kalau kita punya gangguan sistem imun seperti terserang HIV. Flu akan sembuh
dengan sendirinya, antibiotic hanya memberi efek plasebo (bohongan).”

Hal senada juga secara tegas dikatakan farmakolog Prof dr Iwan Darmansjah, SpFk. “Antibiotik yang diberi tidak seharusnya kepada anak malah merusak sistem kekebalan tubuhnya. Yang terjadi anak malah turun imunitasnya, lalu
sakit lagi. Lalu jika dikasih antibiotik lagi, imunitas turun lagi dan sakit lagi. Terus begitu, dan kunjungan ke dokter makin sering karena anak tambah mudah sakit,” ujar Iwan.

PURNAMAWATI menggarisbawahi, antibiotik baru dibutuhkan anak ketika terserang infeksi yang disebabkan bakteri. Contoh penyakit akibat infeksi bakteri adalah sebagian infeksi telinga, infeksi sinus berat, radang tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus, infeksi saluran kemih, tifus, tuberkulosis, dan diare akibat amoeba hystolytica.
Namun jika antibiotik digunakan untuk infeksi yang nonbakteri, hal itu malah menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang resisten.

“Perlu diingat juga, untuk radang tenggorokan pada bayi, penelitian membuktikan 80-90 persen bukan karena infeksi bakteri streptokokus, jadi tidak perlu antibiotik. Radang karena infeksi streptokokus hampir tidak pernah terjadi pada usia di bawah dua tahun, bahkan jarang hingga di bawah
empat tahun,” kata Purnamawati.

Beberapa keadaan yang perlu diamati jika anak mengonsumsi antibiotik adalah gangguan saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, mulas/kolik, ruam kulit, hingga pembengkakan bibir, kelopak mata, hingga gangguan napas. “Berbagai penelitian juga menunjukkan, pemberian antibiotik pada
usia dini akan mencetuskan terjadinya alergi di masa yang akan datang,” kata Purnamawati tandas.

Kemungkinan lainnya, gangguan akibat efek samping beberapa jenis antibiotik adalah demam, gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun. Lalu, kemungkinan kelainan hati, misalnya antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim, sulfonamid. Golongan amoxycillin clavulinic acid dan kelompok makrolod
dapat menimbulkan allergic hepatitis. Sementara antibiotik golongan aminoglycoside, imipenem/meropenem, ciprofloxacin juga dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena infeksi bakteri, pastikan dokter meresepkan antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri yang dituju, yaitu antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum antibiotic).
Untuk infeksi bakteri yang ringan, pilihlah yang bekerja terhadap bakteri gram positif, sementara infeksi bakteri yang lebih berat (tifus, pneumonia, apendisitis) pilihlah antibiotik yang juga membunuh bakteri gram negatif. Hindari pemakaian salep antibiotik (kecuali infeksi mata), serta penggunaan lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.

Jika anak terpaksa menjalani suatu operasi, untuk mencegah infeksi sebenarnya antibiotik tidak perlu diberikan dalam jangka waktu lama. “Bahkan pada operasi besar seperti jantung, antibiotik cukup diberikan untuk dua hari saja,” ujar Iwan. Purnamawati menganjurkan, para orangtua hendaknya selalu memfotokopi dan mengarsip segala resep obat dari dokter, dan tak ada salahnya mengonsultasikan kepada ahli farmasi sebelum ditebus.

Sejak beberapa tahun terakhir, sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru dan lebih kuat. Sementara kuman terus menjadi semakin canggih dan resisten akibat penggunaan antibiotik yang irasional. Inilah yang akan menjadi
masalah besar kesehatan masyarakat. Antibiotik dalam penggunaan yang tepat adalah penyelamat, tetapi jika digunakan tidak tepat dan brutal, ia akan
menjadi bumerang.

“Antibiotik seperti pisau bermata dua. Untuk itu, media massa berperan besar menginformasikan hal ini dan tidak perlu khawatir jika industri farmasi ngambek tak mau beriklan,” tutur Iwan. (SF)

→ 1 CommentKategori: Pengetahuan
Tagged:

Belajar Ilmu Ikhlas

Juli 28, 2008 · 2 Komentar

Saat ini aku sedang menerapkan ilmu ikhlas pada keluargaku, terutama pada diriku dan pada suamiku, hal ini dikarenakan kami tidak mempunyai pembantu yang tinggal di rumah yang bisa mengerjakan pekerjaan menyibukan di pagi hari saat anak, suami dan kita sendiri harus pergi ke kantor.

 

Rutinitas rumah tangga dan kantor membuat kita gila,  bangun tidur langsung otak kita di set untuk runtutan pekerjaan mulai dari masak air untuk membuat teh, menghangatkan makan buat sarapan pagi anggota keluarga, membereskan tempat tidur, memasakan air panas untuk mandi anggota keluarga, memandikan 2 anakku yang kecil Dio dan Ragil yang masing-masing berumur 5 tahun dan 3,5 tahun, memakaikan baju seragam sekolahnya, menyuapi sarapan mereka serta menyiapkan bekal untuk mereka bawa sekolah.  dan terakhir aku harus mendrop mereka ke sekolah.  Sementara suamiku dengan pekerjaan lainya membersihkan kandang kucing dan memberinya makan serta menyiram tanaman setiap pagi. Dan kadang-kadang suamiku juga membantu aku memandikan ke dua anakku yang kecil sampai dengan memakaian seragam sekolahnya. 

 

Tak jarang dalam mengerjakan rutinitas pekerjaan tersebut saya dan suami sering  dibuat emosi, yang membuat suasana rumah jadi panas dan kurang enak untuk melanjutkan pekerjaan selanjutkan dan tak jarang pula anak ikut terbawa emosi tersebut. Kita jadi marah-marah hingga membuat anakpun ikut terbawa rasa yang tidak menyenangkan sampai dia akan pergi ke sekolah. 

 

Selesai urusan rumah di depan ada pekerjaan kantor yang siap menghadang kita, huh, rasanya penat dan bosan setiap hari seperti itu. Hal ini seringkali membuat aku dan suami  ribut kecil karena hal yang sebenarnya sepele, dan setelah dalam keadaan yang agak rilek kita baru menyadari baru hal itu disebabkan karena kita tegang dan kurang rela untuk mengerjakannya. 

 

Kenapa saya mengatakan seperti itu, karena setelah saya renungkan dan saya jalani satu pekerjaan dengan senang hati dan kerelaan maka hasilnya pekerjaan itu menjadi baik dan memuaskan.  Akhirnya saya memutuskan untuk menyebutnya dengan keikhlasan. Dengan keikhlasan itu maka apa yang kita kerjakan akan menjadi ringan dan tanpa paksaan sehingga kita mengerjakannya dengan rasa senang, suasana  yang ditimbulkan juga akan terasa beda hasilnya.

 

Meskipun baru beberapa hari ini kita menerapkannya, saya sudah sangat menikmati hasilnya, meskipun fisik saya cape tapi pikiran saya lebih tenang.  Semoga kami bisa terus menjalaninya. Amin

 

Suamiku, Rio, Dio, Ragil dan Aku

Suamiku, Rio, Dio, Ragil dan Aku

→ 2 CommentsKategori: Cerita keluarga

William Shakespeare

Januari 4, 2007 · 2 Komentar

William Shakespeare (4 Mei 1564 – 3 Mei 1616 mengikut takwim Gregory) ialah seorang penulis bahasa Inggeris yang teragung, pengarang kesusasteraan Barat yang amat terkenal serta penulis drama yang terkemuka di dunia.

Shakespeare merupakan salah satu daripada cuma beberapa penulis drama yang mahir dalam kedua-dua genre, yaitu drama tragedi dan komedi. Dramanya menggabungkan daya penarik popular dengan pembawaan watak yang kompleks, ketersergaman yang indah, dan falsafah yang mendalam.

Shakespeare mengarang 38 drama, termasuk beberapa drama kecil yang mungkin dikarang bersama orang lain, serta 154 puisi soneta dan tiga atau empat puisi panjang. Beliau dipercayai menghasilkan kebanyakan daripada karyanya antara 1586 dan 1616. Zaman Pembaharuan British sering kali dikenali sebagai “Tempoh Shakespeare”.

Karya Shakespeare kini diterjemahkan dalam setiap bahasa utama, dan dramanya masih dipersembahkan di seluruh dunia. Tambahan pula, petikan daripada dramanya telah menjadi penggunaan harian dalam banyak bahasa.

Drama
Sebagaimana yang biasa untuk zaman itu, kebanyakan daripada drama Shakespeare berdasarkan karya penulis drama lain, cerita lama yang diguna semula serta bahan-bahan sejarah. Drama Shakespeare boleh dibahagikan secara kasar kepada tiga kumpulan stilistik:

Drama-drama pada tempo awalnya yang cenderung lebih riang: Mimpi di Suatu Malam Pertengahan Musim Panas (A Midsummer Night’s Dream), Henry IV, Bahagian 1, dll;
Drama-drama pada tempoh pertengahan yang cenderung mencurigakan dan mengajukan persoalan-persoalan seperti pengkhianatan, pembunuhan, hawa nafsu, kuasa dan keakuan: Othello, Macbeth, Hamlet, Raja Lear, dll;
Drama-drama pada tempo akhirnya yang mencirikan plot yang bertamat dengan kegembiraan dan yang menggunakan kuasa ajaib serta unsur-unsur lain yang luar biasa: Kisah Musim Sejuk (The Winter’s Tale), Ribut Kencang (The Tempest), dll;
 
Imej Shakespeare daripada Folio Pertama (1623) yang merupakan edisi koleksi yang sulung bagi dramanya.Bagaimanapun, sempadan antara kumpulan-kumpulan tersebut tidaklah terang.

Walaupun beberapa drama Shakespeare telah dicetakkan dalam siri kuarto, kebanyakannya tidak diterbitkan sehingga 1623 sewaktu Folio Pertama diterbitkan oleh dua pelakon, John Hemings dan William Condell. Oleh sebab Shakespeare tidak menghasilkan drama versi bercetak, masalah teks tertimbul dan termunculnya pelbagai versi bagi kebanyakan dramanya. Tambahan pula, ketiadaan ejaan piawai pada zaman itu menyebabkan penggunaan pelbagai ejaan oleh Shakespeare sendiri untuk perkataan yang sama telah menerukkan lagi kekeliruan tugas pentranskripsian. Cendekiawan moden mempercayai bahawa Shakespeare menyemak drama-dramanya dari semasa ke semasa, dan kekadang sendiri menghasilkan dua versi untuk dramanya.
Soneta
Soneta Shakespeare terdiri daripada koleksi 154 buah puisi yang bertema cinta, keindahan, politik dan kematian. Pengarangan puisi-puisi itu mungkin mengambil masa beberapa tahun. 152 daripada koleksi ini diterbitkan sebagai Soneta Shakespeare pada tahun 1609; yang dua lagi telah diterbitkan lebih awal pada tahun 1599 sebagai Penziariah yang Penuh Berahi (The Passionate Pilgrim).

Keadaan yang menyebabkan penerbitan soneta itu tidak jelas. Teks tahun 1609 itu didedikasikan kepada “Mr. W. H.” yang digelarkan sebagai “the only begetter” untuk koleksi puisi tersebut oleh penerbitnya, Thomas Thorpe. Tidak diketahui siapakah Mr. W. H. itu serta adakah Shakespeare mengizinkan penerbitan soneta itu walaupun banyak teori telah dikemukakan.
Puisi lain
Selain daripada soneta, Shakespeare juga mengarang banyak puisi prosa yang lebih panjang seperti Venus dan Adonis, Rogol Lucrece dan Sungutan Kekasih (A Lover’s Complaint). Puisi-puisi prosa itu mungkin dikarang untuk memperoleh naungan orang yang kaya (sebagaimana yang biasa pada zaman itu) atau kerana naungan tersebut. Umpamanya, Rogol Lucrece serta Venus dan Adonis didedikasikan kepada penaung Henry Wriothesley, Earl Southampton yang ketiga.

Terbitan sulung untuk antologi Penziarah yang Penuh Berahi telah dikeluarkan atas nama Shakespeare pada tahun 1599 walaupun beliau cuma mengarang lima puisi sahaja dalam koleksi itu. Bagaimanapun, namanya ditarik balik dalam edisi kedua.

Gaya teater
Shakespeare menghasilkan kesan yang amat besar kepada teater moden. Beliau bukan sahaja mencipta beberapa drama yang amat dikagumi dalam kesusasteraan Barat, tetapi juga mengubah teater British dengan meluaskan harapan tentang apa yang dapat dicapai melalui pembawaan watak, jalan cerita, gerak-geri, bahasa dan genre.[1] Keindahan seninya juga membantu mempertingkatkan taraf teater popular supaya dapat dikagumi, baik oleh intelektual ataupun mereka yang cuma hendak mencari hiburan.

Gaya teater tengah berubah sewaktu Shakespeare tiba di London pada hujung 1580-an atau awal 1590-an. Sebelum itu, bentuk teater British yang paling umum adalah drama kesusilaan Tudor. Pada waktu yang sama, universiti-universiti mempersembahkan drama akademik berasas drama Rom dalam bahasa Latin. Drama-drama ini menggunakan gaya puisi yang lebih tepat berbanding drama kesusilaan, tetapi bentuknya adalah lebih kaku dan lebih menumpu kepada pertuturan yang berpanjangan berbanding gerak-geri fizikal.

Sesampai hujung 1500-an, kepopularan drama kesusilaan dan akademik telah merosot apabila Zaman Pembaharuan British berkembang dan penulis drama seperti Thomas Kyd dan Christopher Marlowe bermula merevolusikan teater. Drama mereka menggabungkan drama kesusilaan dengan teater akademik untuk menghasilkah sebuah bentuk sekular yang moden.

Bentuk drama yang baru ini memperoleh ciri-ciri ketersergaman yang indah dan falsafah yang mendalam daripada drama akademik serta populisme yang lucah serta lucu daripada drama kesusilaan. Bagaimanapun, maksud jenis drama ini adalah lebih kabur dan kompleks, dan bentuk ini kurang mempedulikan alegori kesusilaan. Diilhami oleh gaya yang baru ini, Shakespeare membawa pengubahan-pengubahan teater ke tahap yang baru, dan menciptakan drama yang bukan sahaja menggemakan penonton pada tahap emosi tetapi juga menjelajah dan memperdebatkan unsur-unsur yang asas mengenai maksud kemanusiaan.

 

→ 2 CommentsKategori: Pengetahuan